MUARA PAHU – Kampanye Gerakan Makan Ikan menjadi salah satu rangkaian kegiatan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-175 Kecamatan Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang digelar melalui Festival Kedang Pahu, Senin (25/8/2025) pagi.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dipimpin langsung oleh Bupati Kubar Frederick Edwin bersama Ketua TP PKK Kubar Maria Christina Mozes Edwin serta turut dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, Camat Muara Pahu Maulidin Said, jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area festival.
Dalam kampanye ini, para kepala daerah bersama istri melakukan aksi simbolis menyuapi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan menu berbahan ikan segar. Aksi tersebut menjadi tanda komitmen pemerintah dalam mendorong gerakan makan ikan untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya pada generasi muda dan kelompok rentan.
Bupati Kubar Frederick Edwin menegaskan bahwa makan ikan bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa.
“Kandungan protein dan gizi pada ikan sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Melalui kampanye ini kita ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar ikan menjadi menu utama keluarga, terutama bagi balita, ibu hamil, dan menyusui,” sebutnya.
Senada dengan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan ini.
“Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Ikan adalah sumber pangan bergizi yang mudah diperoleh, apalagi di wilayah kita yang kaya akan potensi perikanan. Mari bersama jadikan konsumsi ikan sebagai gaya hidup sehat,”ujarnya
Kampanye makan ikan di Festival Kedang Pahu ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Kabupaten Kubar dan Kutim, terutama dalam mendorong ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Selain aksi simbolis, kegiatan ini juga disertai dengan pembagian menu olahan ikan kepada masyarakat dan edukasi tentang manfaat gizi ikan oleh Tim TP PKK serta Dinas Perikanan. Warga yang hadir tampak antusias, terlebih balita dan ibu-ibu yang mendapatkan perhatian langsung dari para pemimpin daerah.
Festival Kedang Pahu tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga wadah mengedepankan kepedulian pada kesehatan masyarakat melalui program nyata seperti kampanye makan ikan.(ADV)
