Sinergi Strategis, Pemkab Kutim Dukung Penuh TMMD dan Pembangunan Batalyon Teritorial

Admin
By Admin
3 Min Read

SANGATTA – Di balik wajah hutan tropis dan tambang yang menganga, Kutai Timur (Kutim) terus menggeliat menjadi simpul strategis pembangunan pertahanan negara. Kamis, (7/8/2025), Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menerima kunjungan kehormatan dari Perwira Pembantu Utama I/Perencanaan Staf Teritorial Angkatan Darat (Paban 1 Ren Sterad) Kolonel ARM Tejo Widuri. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati itu mengungkap dua agenda penting. Kesatu, keberlanjutan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125, kedua rencana pembangunan Batalyon Teritorial di Kutim.

“Kami datang untuk silaturahmi sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Kutim dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-125,” ujar Kolonel Tejo membuka pertemuan yang turut dihadiri Letkol ARH Doman Hendro P dan Dandim 0909/KTM Letkol ARH Ragil Setyo.

Menurut Kolonel Tejo, dukungan kepala daerah terhadap TMMD tidak hanya bersifat administratif, melainkan turut memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kontribusi beliau sangat besar. Karena itulah, kami juga ingin membicarakan program nasional pembangunan 200 Batalyon Teritorial yang menjadi bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Kolonel Tejo menyampaikan permohonan khusus kepada Bupati Kutim untuk menyiapkan lahan seluas 100 hektare sebagai lokasi pembangunan satuan baru.

“Kami berharap Bupati berkenan mendukung rencana ini sebagai bagian dari pembangunan pertahanan kawasan timur,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif rencana tersebut. Ia menyebut kehadiran Batalyon Teritorial bukan hanya memperkuat sistem pertahanan, tetapi juga membawa dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.

“Terkait (rencana) pembangunan Batalyon, kami siap mendukung. Tinggal disiapkan kelengkapan administrasi dan teknis dari pihak TNI agar bisa kami proses sesuai aturan,” tutur Ardiansyah.

Ardiansyah juga menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-125 di Kutim sejauh ini membawa hasil nyata. Terutama dalam membuka akses dan memperkuat infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

“Program ini sangat membantu percepatan pembangunan daerah. Terima kasih kepada TNI AD atas sinergi yang luar biasa,” ucapnya.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi militer dan sipil dalam membangun wilayah perbatasan dan pedalaman Indonesia. Di Kutim, pembangunan tidak hanya bicara soal jalan dan jembatan, tapi juga kesiapsiagaan nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan. Dengan komitmen bersama antara Pemkab Kutim dan TNI AD, arah pembangunan tampaknya tak hanya menuju desa, tapi juga menguatkan fondasi pertahanan negara dari pinggiran. (ADV)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *